Bagian kehilangan.

Karena walaupun bagian yang-pernah-dekat-dengan-kalian menghilang, rasa kehilangan nggak selalu ada, nggak selalu besar. Kata-kata seperti, “Z meninggal” yang diberitahukan lewat pesan telepon dengan nada bergetar dari si A sebagai sambutan selamat-pagi mungkin cuma bisa bikin kaget sebentar dan kaget itupun karena A nangis, bukan karena berita duka. Dan bagian tentang itu nggak salah. Walaupun mungkin […]

Tolong buat saya jatuh cinta!

Akhirnya setelah tiga tahun belajar di MIIA milik SMADA, setengah tahun lebih sedikit memisuhi buku tebal SBM dan UN SMA, empat kali dinyatakan bisa ikut tes seleksi perguruan tinggi (SNM, SBM, UTUL UGM, UM UNY), dua kali di tolak (SNM, UTUL UGM), satu kali diterima tetapi tidak mendapat restu dari keluarga besar (entah kenapa), akhirnya […]

Akhir suatu hari

Nafasku akan menjadi satu, bergerak bersamaan, memenuhi, menyesakkan. Banyak rasa yang ingin kukatakan, tangis yang ingin kutembakkan. Tetapi sesuatu dalam manikmu melenyapkan—semua. Pada akhir hari yang panjang, kata-kata yang kurangkai tadi siang menghilang. — p.s: benar-benar hilang, tadi siang banyak kalimat hujatan dan malam ini semua hilang.

Makanya gek nikah!

Hari itu entah karena perkara apa hampir semua bagian dari keluarga besar Sutrisno yang menyesakkan kota Jogja (tentu saja) berkumpul sembari makan-makan dirumah pakdhe tertua di Condong Catur. Banyak pembicaraan, kalimat-kalimat yang kutahu bagimana maksudnya tetapi tak kupahami alur ceritanya, keluh-kesah, dan beberapa candaan yang tidak membuatku benar-benar tertawa. “Makanya gek nikah!” sepenggal kalimat entah […]