Bagian kehilangan.

Karena walaupun bagian yang-pernah-dekat-dengan-kalian menghilang, rasa kehilangan nggak selalu ada, nggak selalu besar.

Kata-kata seperti, “Z meninggal” yang diberitahukan lewat pesan telepon dengan nada bergetar dari si A sebagai sambutan selamat-pagi mungkin cuma bisa bikin kaget sebentar dan kaget itupun karena A nangis, bukan karena berita duka.
Dan bagian tentang itu nggak salah.
Walaupun mungkin rasa nggak kehilangan itu rasanya salah. Rasanya pengen sedih tapi malah hampa, bahkan sebagian besar kenangan kita dengan Z sudah sukar sekali diingat. Karena tukar kabar tiap minggu-pun nggak pernah, tatap muka perbulan enggak. Malah mungkin hal-hal ketidak-pernahan itu yang disesali, itupun tergantung bagaimana posisi Z buat kita.

Tapi setiap orang berbeda dan sedemikian itu adalah saya.

p.s: Tulisan ini dibuat saat saya kelas 9, empat tahun lalu. Iya, dipublish disini karena sebuah chat yang sampai Dzuhur tadi. Sekiranya tidak suka dengan tulisan ini tolong hubungi saya, nanti bakal di hapus as usual. Terimakasih ❤

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s