Tolong buat saya jatuh cinta!

Akhirnya setelah tiga tahun belajar di MIIA milik SMADA, setengah tahun lebih sedikit memisuhi buku tebal SBM dan UN SMA, empat kali dinyatakan bisa ikut tes seleksi perguruan tinggi (SNM, SBM, UTUL UGM, UM UNY), dua kali di tolak (SNM, UTUL UGM), satu kali diterima tetapi tidak mendapat restu dari keluarga besar (entah kenapa), akhirnya saya masuk, diterima, dan diizinkan untuk menjalankan perkuliahan strata satu pada program studi pendidikan TI milik salah satu universitas di Yogyakarta, tepuk tangan.

Adalah fakta menyedihkan nan menyesakkan tiap saya ingat bagaimana saya berada disini, kok bisa saya ada di prodi ini,
“Loh bukannya kemarin Ilmu Kelautan?”,
“Weh kamu ngelepas Brawijaya?”,
”Sangking sayangnya sama Jogja ya?”
A
palagi saat semua mengintrogasi dengan rasa penasaran menyebalkan mereka. Hm.

Yang membuat pilihan ini terasa berat sesungguhnya adalah prodinya, informatika. Satu-satunya jawaban benar saya setiap ada yang bertanya kenapa-dulu-um-nya-milih-informatika adalah zaman itu saya mikirnya nggak bakal keterima disini, terakhir saya belajar sebelum mengerjakan UM di mantan sekolah impian saya (re: stemsa) adalah saat saya mengikuti UTUL UGM dan itu setidaknya selang satu bulan lebih dari UM UNY, selain itu prodi yang saya pilih ini kan peminatnya banyak sekali, ribuan! Pasti nggak bakal dapetlah, begitu pikir saya, begitu kesalahan saya. Serius, kenapa saya bisa berada disini?

Dalam banyak hal bertema “paksaan” lain, yang dapat membuat saya betah adalah jatuh cinta, disini juga, setidaknya pada semester pertama ini saya harus jatuh cinta. Dan itu maksudnya bukan kepada orang-orangnya (malas sekali jika harus merasakan jatuh cinta, lalu diphp pada semester pertama ini).

Ugh, tolong buat saya jatuh cinta pada sekian bahasa alien yang akan saya pelajari disini. Tolong berikan rasa heboh, gempar, bahagia tiap saya mengingat materi-materi yang (harus) saya mengerti pada tahun-tahun ini. Tolong buat saya jatuh cinta sampai tak ingin kembali.
Kalau tidak bisa, setidaknya buatlah saya naksir dengan seorang kakak tingkat jenius yang telah lebih dulu belajar disini, yang asdos, anak organisasi, anak lomba, ganteng, tinggi, tapi jangan yang suka php, yang setia aja, kalau bisa tolong jadikan dia jodoh saya agar saya tidak perlu jatuh berkali-kali.
Ealah, kenapa endingnya malah mbahas ini.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s